News Update

Sabtu, 31 Oktober 2020

Mengenal Metode Crimping Untuk Pemasangan Hose Fitting

0 comments
Hose Fitting


Dalam dunia industri khususnya pertambangan, semua komponen memegang peranan penting. Bukan hanya untuk menunjang kinerja sebuah mesin atau alat yang digunakan dalam industri saja, tetapi juga bisa berdampak pada keselamatan kerja. Salah satu komponen penting tersebut adalah hose fitting hydraulic seperti yang bisa didapatkan di  https://www.fluidcon.id/hose-and-fittings-by-gates/. Meskipun ukurannya kecil, tetapi komponen ini memegang peran yang sangat penting.

Hose Fitting Hydraulic

Hose fitting hydraulic berfungsi untuk menghubungkan selang ke pompa, katup, silinder, dan juga komponen lainnya dalam sebuah sistem hidrolik. Selain berfungsi sebagai penyambung, komponen ini juga berperan penting dalam mengarahkan aliran cairan dalam sistem tersebut. Dan fungsi yang sangat penting lainnya yaitu, mencegah terjadinya kebocoran akibat tekanan aliran cairan serta menjaga tekanan tetap berjalan normal.

Metode Pemasangan Hydraulic Hose Fittings

Metode yang paling sering digunakan untuk memasang selang dan alat kelengkapannya adalah Crimping.  Pemasangan hose fitting dengan metode ini cukup sederhana, Anda hanya memerlukan crimp rings, satu set crimp tools, hose (selang), dan hose fitting. Hal pertama yang harus Anda perhatikan yaitu pastikan Anda memilih ukuran fitting dan ring yang sesuai dengan hose Anda. Kemudian masukkan fitting ke dalam selang dan crimp ring pada bagian luar selang. Posisikan crimp ring dekat ujung hose (jarak ujung hose dengan crimp ring mengikuti kebutuhan).

Kemudian press crimp ring menggunakan alat press yang ada pada set crimp tool. Tekan alat press selama beberapa saat dan pastikan crimp ring sudah mengunci posisi fitting secara sempurna. Namun, untuk kebutuhan industri pertambangaan proses crimping umumnya memanfaatkan mesin khusus untuk menjamin kualitas dan kekuatannya.

Dalam proses crimping, ada hal yang wajib diperhatikan agar hasilnya maksimal, yaitu:

1.       Pastikan ujung selang sudah halus dan juga bersih. Hal ini sangat penting karena jika tidak dapat menyebabkan kegagalan pemasangan fitting dan berpotensi menyebabkan kontaminasi.

2.       Berikan tanda menggunakan kapur pada bagian luar sebagai batas kedalaman penyisipan fitting pada hose. Jika setelah proses fitting selesai batas kapur ini tidak terlihat, artinya ada masalah pada proses cramping dan bisa dikatakan mengalami kegagalan.

3.       Ukur ulang diameter hasil crimping. Pastikan ukurannya sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika berbeda meskipun hanya beberapa milimeter, artinya proses crimping mengalami masalah dan gagal.

Hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan khususnya untuk proses crimping menggunakan mesin adalah, Anda harus paham bagaimana sistem kerja mesin. Sebab, hal tersebut tidak hanya bisa berpotensi membuat proses crimping gagal tetapi juga memengaruhi keselamatan kerja. Jadi jangan pernah mengabaikannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar