News Update

Minggu, 02 Agustus 2020

Atasi Masalah Rekrutmen dengan VR4HR

0 comments
Rekrutmen


Saat ini, proses rekrutmen kandidat karyawan masih bergantung pada situs resmi perusahaan, aplikasi media sosial, atapun platform job seeker. Metode ini membuat alur perekrutan cukup panjang. Pasalnya, perusahaan perlu melakukan beberapa kali penyaringan untuk mendapatkan kandidat yang sesuai klasifikasi baru kemudian menyeleksinya dalam skala internal. Untuk itulah, assessment VR diciptakan. 

Apa Itu Asesmen VR dan VR4HR?

Asesmen virtual reality (VR) merupakan metode baru perekrutan kandidat karyawan sebuah perusahaan dengan bantuan teknologi VR. Seperti yang telah disinggung di atas, inovasi ini diciptakan untuk mengatasi masalah-masalah yang kerap timbul dalam proses rekrutmen seperti durasi seleksi yang panjang serta biaya yang dihabiskan perusahaan demi mencari seorang karyawan terbaik.

Dengan basis teknologi tinggi, asesmen VR dapat digunakan untuk menjaring kandidat dari mana pun kandidat berada—tidak terbatas ruang dan waktu. Sehingga, metode rekrutmen ini bisa membidik dan memperoleh karyawan paling sepadan dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, asesmen VR juga memungkinkan perusahaan memangkas biaya operasional terkait perekrutan, seperti pemasangan iklan lowongan di platform job seeker ataupun pemrosesan administratif lainnya. Walhasil, efektivitas pun tercapai.

Di Indonesia, teknologi asesmen VR dihadirkan oleh ASI (Asia Pacific) dengan nama VR4HR. Inovasi ini dapat membantu berbagai macam kebutuhan perusahaan dalam proses asesmen dari hulu ke hilir. Agar dapat mendukung proses asesmen calon kandidat yang akurat, VR4HR memiliki tiga sistem cerdas, yakniMixed Reality, Deep Learning, dan Dark Data.

Dikutip dari laman resmi VR4HR, Mixed Reality adalah teknologi gabungan realitas nyata dan virtual. Melalui sistem inilah proses rekrutmen secara virtual langsung (kondisi di mana kandidat bisa ‘dihadirkan’ di lokasi perusahaan berada) dapat terselenggara. Sementara itu, sistem Deep Learning berperan penting dalam mengolah dan mengklasifikasikan data untuk kemudian memberikan output yang akurat. Sehingga hasil dari proses rekrutmen akan mendekati ekspetasi perusahaan. Sedangkan Dark Data adalah kumpulan aset informasi yang diproses dan disimpan perusahaan selama proses rekrutmen berlangsung. Sistem ini bertujuan untuk menyimpan informasi terkait kandidat.

Dengan VR4HR, perusahaan dapat berhubungan lebih dekat dengan para calon kandidat tanpa harus bertatap wajah. Pasalnya, VR4HR berperan untuk menghubungkan dunia maya dengan dunia nyata—melalui sistem Mixed Realityyang membuat pelamar dapat menjalankan tahapan rekrutmen tanpa hadir langsung namun bisa berinteraksi dengan objek 3D yang sangat nyata.

Demikianlah ulasan tentang VR4HR, inovasi teknologi terbaru dalam bidang rekrutmen. Semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar